• Sabtu, 3 Desember 2022

Desa Wisata Bukan Sekedar Urusan Sekedar Eksotisnya

- Minggu, 30 Januari 2022 | 17:30 WIB
Membuat film desa, bukan semata mengeksploktasi keindahan desa. *
Membuat film desa, bukan semata mengeksploktasi keindahan desa. *

 


jabaribernews.com -Banyak desa yang dikenal karena cantiknya. Eksotisnya. Pandemi kemudian melahirkan sejumlah desa yang berwawasan wisata. Sebutlah jadi desa wisata.

Sebutan desa wisata baik karena sekadar ikut trend, maupun karena terpesona desa lain yang dipercantik.

Gairah esksotisme desa yang melahirkan desa wisata ini, juga melahirkan trend baru alih wahana, yakni mangalihkan wahana offline ke online, atau dalam bentuk digital.

Baca Juga: Disparpora Subang terus Mengupayakan untuk Mewujudkan Subang Kabupaten Kreatif

Orang bisa diundang berwisata ke desa lewat media sosial dari faceboook hinga instagram, bahkan Youtube.

“Ya sekarang banyak Yotuber yang mengeksplorasi keindahan desa," tutur Atut, 40 tahun, yang bekerja paruh waktu sebagai editor untuk kegiatan pernikahan, hingga film untuk di media sosial.

Keindahan desa, indah dalam arti artistik dan estetik, serta karena unik.

Misalnya ada tayangan tentang kampung khusus pembuat layangan di Singajaya, hingga pemadangan dan kegiatan wisata dekat Tahu Susu Lembang, dan yang lainnya. 

Baca Juga: Menparekraf Ajak Wisatawan Liburan ke Subang, Ada Apa Kitu di Subang? Ada Cappadocia

Halaman:

Editor: Nanang Supriatna

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisata Kuliner Tengah Malam di Plered

Rabu, 16 November 2022 | 06:00 WIB

Desa Wisata Bukan Sekedar Urusan Sekedar Eksotisnya

Minggu, 30 Januari 2022 | 17:30 WIB

Menparekraf: Perlu SDM Unggul dalam Bidang Pariwisata

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:42 WIB

Mengenalkan Tempat Wisata pada Karton Kemasan Produk

Jumat, 14 Januari 2022 | 10:04 WIB

Payung Geulis Tasik Semakin Eksis

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:53 WIB

Kripik Salak Pangauban Siap Ramaikan Kuliner Olahan

Senin, 10 Januari 2022 | 19:03 WIB
X