• Minggu, 27 November 2022

Krisis Rusia Ukraina: Ketika Harga Minyak Naik, Putin Menjadi Lebih Berani

- Rabu, 4 Mei 2022 | 10:01 WIB
Ladang gas Vankorskoe di Krasnoyarsk. Ramil Sitdikov/Sputnik.*
Ladang gas Vankorskoe di Krasnoyarsk. Ramil Sitdikov/Sputnik.*

Ada kilang di antara anggota NATO Eropa Tengah – Slovakia, Hungaria dan Republik Ceko – yang hanya dapat dipasok oleh jaringan pipa Rusia.
Ide SWIFT dengan cepat dibatalkan, kata Priddy,

"Mereka menyadari menargetkan SWIFT secara menyeluruh akan beresiko, misalnya, utilitas Jerman tidak akan memiliki cara untuk membayar gas alam Rusia, dan itu menjadi tidak terpikirkan," ujarnya.

Apa yang diceritakan sejarah kepada kita?
Secara historis, konflik terkait minyak umumnya melibatkan proposisi yang berlawanan: bukan negara penghasil minyak yang mengancam tetangganya yang bergantung pada minyak, melainkan negara yang bergantung pada minyak yang berusaha mengambil sumber daya dari negara lain.

Perang Iran-Irak, invasi AS ke Kuwait, serangan Jepang ke Pearl Harbor setelah embargo minyak AS, dan bahkan serangan Hitler terhadap ladang minyak Kaukasus dalam Perang Dunia II.

Kepemilikan cadangan minyak yang besar juga dapat memicu konflik, memberi pihak yang lebih kuat rasa kebal.

Hal ini terutama benar ketika musuh potensial mereka adalah negara-negara demokrasi yang peka terhadap reaksi publik dari harga energi yang akan melonjak lagi jika konflik pecah.

Baca Juga: 10 Upaya Peningkatan Produksi Pertanian dalam Dasa Usaha Tani, Melanjutkan Program Orba Panca Usaha Tani

Selain itu juga yang ekonominya mungkin bergantung langsung pada sumbangan mereka untuk sumber daya energi.

“Bukan karena harga minyak yang terlalu tinggi karena ketergantungan Eropa pada gas Rusia yang memberi Rusia ruang untuk bermanuver dalam krisis Ukraina hari ini,” kata Thomas Graham, mantan penasihat Gedung Putih untuk urusan Rusia dan direktur pelaksana Kissinger Associates, sebuah konsultan yang berbasis di Washington. DC.

“Rusia dapat secara kredibel mengancam untuk memotong ekspor, yakin ia dapat mengatasi kerugian dari hilangnya pendapatan, jauh lebih mudah daripada Eropa dapat mengatasi pemotongan bahan bakar pemanas di musim dingin,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Nanang Supriatna

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Siaga Pengamanan Menjelang KTT G20 di Bali

Jumat, 4 November 2022 | 12:21 WIB

Geger Penemuan Bayi di Toilet Pabrik PT SLI Majalengka

Selasa, 1 November 2022 | 15:36 WIB
X