• Kamis, 8 Desember 2022

Mengenal OPOP, Apa dan Bagaimana

- Kamis, 16 Desember 2021 | 08:22 WIB
Pesantren Dusun Cinutug, Desa Selacai, Kabupaten Ciamis.*
Pesantren Dusun Cinutug, Desa Selacai, Kabupaten Ciamis.*

jabaribernews.com -Apa itu OPOP? OPOP singkatan dari One Pesantren One Product. Program OPO diluncurkan Pemda Provinsi Jawa Barat pada akhir 2018.

Hingga saat ini Program OPOP terus bergulir. Bertujuan untuk menciptakan atau membentuk pesantren unggulan.

Berkat Program OPOP, Provinsi Jawa Barat tahun 2020 mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai 45 Top Inovasi Pelayanan Publik 2020 Tingkat Nasional.

Program OPOP sampai tahun 2021 telah diikuti 2.574 pesantren. Targetnya di akhir 2023, pesantren yang menjalani OPO sebanyak 5.000 pesantren hingga akhir 2023.

Baca Juga: Tanpa Salah, FIFA Mengumumkan Kandidat FIFPRO World XI

“Program OPOP sangat strategis dalam menciptakan pesantren unggulan di bidang bisnis dan kemandirian ekonomi,”kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji, usai peluncuran Pameran Virtual dan Webinar Progam OPOP di Kota Bandung, Rabu (15/12/2021).

Menurut Kumana, Program OPOP selain mendorong seluruh pesantren di Jawa Barat memiliki produk unggulan, juga mempunyai komunitas bisnis sehingga dapat menciptakan kemandirian ekonomi umat.

Kusmana menjelaskan, dari kurang lebih 10.000 pesantren di Jaba, di antaranya ada 8.000 pesantren yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).

Selama ini, banyak pesantren mengandalkan pendapatannya dari iuran dan bantuan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.

Halaman:

Editor: Nanang Supriatna

Sumber: Humas Provinsi Jawa Barat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelepasan dan Kelulusan Siswa SMPN 1 Cisalak

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:00 WIB

Camat Cisalak Monitoring Pelaksanaan Ujian SD

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:00 WIB

Narkoba Sebagai Proxy War yang Harus Terus Ditekan

Senin, 21 Februari 2022 | 14:57 WIB
X