• Sabtu, 3 Desember 2022

Kebudayaan Jadi Pandu Pembangunan Masa Depan Indonesia

- Senin, 22 November 2021 | 07:39 WIB
PRESIDEN Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada puncak PKN dilaksanakan pada 19-26 November 2021 (Kemenristek).* (Nanang)
PRESIDEN Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada puncak PKN dilaksanakan pada 19-26 November 2021 (Kemenristek).* (Nanang)

jabariber.com -Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021.

PKN 2021 yang bertemakan ”Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan” ini merupakan perwujudan amanat Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 untuk menciptakan "ruang” interaksi inklusif dalam pemajuan kebudayaan.

Dalam siaran persnya, Kemendikbudristek mengharapkan kebudayaan semakin berperan menjadi pandu yang melahirkan visi bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Tema PKN tahun ini bertujuan menjawab tantangan kehidupan masa kini, khususnya di bidang pemenuhan kebutuhan hidup dasar, seperti sandang, pangan, dan papan.

Menyikapi berbagai fenomena yang terjadi saat ini, Presiden Joko Widodo dalam sambutan pembukaan PKN 2021 menegaskan banyak hal yang dapat dipelajari dan dirujuk dari ilmu pengetahuan dan kearifan masa lalu karya nenek moyang bangsa.

Menurut Presiden, ilmu pengetahuan dan kearifan masa lalu mungkin tidak tertulis dalam buku literatur atau artikel ilmiah dalam standar modern kita. Melainkan tertuang dalam bentuk narasi lisan, skrip drama, dan pewayangan serta berbagai kebiasaan-kebiasaan paraleluhur.

“Menjadi kewajiban kita untuk meneliti dengan bijak semua warisan kebudayaan tersebut dalam nalar modern, dalam metodologi yang kita kembangkan sendiri,” terangnya, pada Jumat (19/11).

Presiden Jokowi mengatakan keberagaman etnis, adat istiadat, agama, karakter masyarakat, serta setiap tantangan yang dihadapi nenek moyang bangsa Indonesia di masa lampau telah melahirkan solusi dalam menopang keberlangsungan hidup.

Solusi tersebut diwujudkan dalam seni dan budaya yang salah satunya adalah melalui jamu dan ilmu pengetahuan lainnya pada zaman itu.

Oleh karena itu, Presiden mengimbau agar masyarakat melestarikan dan melindungi keberagaman hayati termasuk plasma nutfah alam Indonesia. Kekayaan ini bermanfaat untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Selain melestarikan dan belajar dari kebudayaan nenek moyang, saya juga minta untuk terus kita memahami alam kita yang sangat kaya dan sekaligus kompleks ini. Jangan tergesa menyimpulkan suatu adat atau suatu kebiasaan masyarakat asli kita itu tidak baik atau buruk, bisa jadi hanya karena kita belum mampu menjelaskannya secara ilmiah,” pesannya.

Baca Juga: Berada di pegunungan Bukit Samida Rajadesa Ciamis, Wisata Alam dan Wisata Budaya

Sejalan dengan itu, Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengatakan PKN menjadi momentum untuk menyatukan gerak langkah lewat budaya. “Ini adalah waktu terbaik kita merancang bersama tata hidup baru yang lebih berkelanjutan dengan semangat budaya bangsa,” ucapnya.

Menteri Nadiem menyoroti semangat yang tertuang dalam tema PKN 2021. “Cerlang merupakan terang yang membimbing kita menemukan jawaban dari berbagai tantangan. Terang yang menuntun kita ke masa depan,” ujarnya.

Menteri Nadiem mengatakan sekarang tiba saatnya bagi kita untuk mencari pelita, bergerak bersama dalam terang menuju Indonesia tumbuh dan Indonesia tangguh.

Halaman:

Editor: Nanang Supriatna

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Terkini

Pelepasan dan Kelulusan Siswa SMPN 1 Cisalak

Selasa, 28 Juni 2022 | 13:00 WIB

Camat Cisalak Monitoring Pelaksanaan Ujian SD

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:00 WIB

Narkoba Sebagai Proxy War yang Harus Terus Ditekan

Senin, 21 Februari 2022 | 14:57 WIB
X