• Selasa, 6 Desember 2022

Uang Receh Jangan Dianggap Remeh, Ada Ancaman Pidana Bagi yang Menolak Menggunakannya.

- Selasa, 11 Januari 2022 | 19:47 WIB
Foto Plang pemberitahuan di sebuah warung yang sempat viral di media sosial
Foto Plang pemberitahuan di sebuah warung yang sempat viral di media sosial

jabaribernews.com --Beberapa waktu lalu sempat ramai diberitakan tentang seorang tukang parkir yang marah karena dibayar dengan uang logam. Kemudian kita pun sering menemukan warung-warung atau toko kecil yang menolak menerima pembayaran dengan uang recehan seratusan dan dua ratusan.

Saat ini nominal uang koin seratus dan dua ratus rupiah sudah nyaris dianggap tidak berharga di mata masyarakat.

Beberapa pedagang beralasan menolak menerima pembayaran dengan uang koin recehan selain dikarenakan berpotensi salah hitung, mudah hilang, mudah tercecer juga susah dibelanjakan, sementara laba yang mereka peroleh dari penjualan pun nominalnya tidak besar.

Baca Juga: Tips Ringan Mengatasi Susah Tidur

Namun walaupun begitu, uang receh atau pecahan uang kecil yang berupa logam berbentuk koin tersebut masih resmi sebagai alat pembayaran yang sah.

Seperti dilansir dari website hukumonline, bahwa Bank Indonesia(BI) menyediakan uang logam untuk melengkapi transaksi pembayaran. Meskipun nilai nominal uang logam kecil, namun uang logam tetaplah rupiah yang harus diperlakukan seperti rupiah nominal lainnya. Karena mata uang merupakan salah satu simbol negara. Jika tidak dihargai, artinya sama saja dengan tidak menghargai bangsa dan negara.

Pihak BI menegaskan bahwa yang menentukan berlaku atau tidaknya suatu nilai rupiah adalah BI, bukan masyarakat. Ini sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang.

Baca Juga: Tips Memasak Sayuran Agar Manfaatnya Maksimal

Pada Pasal 11 undang-undang itu disebutkan, dalam pengelolaan rupiah meliputi tahapan, perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan, dan pemusnahan dilakukan BI.

berdasarkan Pasal 21 ayat (1) UU Mata Uang, rupiah wajib digunakan dalam:
a.    setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran
b.    penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang; dan/atau
c.    transaksi keuangan lainnya, yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Halaman:

Editor: Iim Nurhalimah

Sumber: dari Berbagai Sumber, hukumonline.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nyupang Sapejetna di Tengah Harapan yang Tetap Tumbuh

Selasa, 22 Februari 2022 | 12:00 WIB

All New Honda Vario 160 Skutik Premium yang Sporti

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:30 WIB

Figure, Versi Lain Spirit Doll Bagi Para Kolektor

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:00 WIB

Tips Ringan Mengatasi Susah Tidur

Senin, 10 Januari 2022 | 21:28 WIB

Tips Memasak Sayuran Agar Manfaatnya Maksimal

Minggu, 9 Januari 2022 | 19:53 WIB
X