• Sabtu, 3 Desember 2022

Untuk Bertahan Hidup dan Biar Ramai Café Bisa Melibatkan Beragam Komunitas

- Rabu, 19 Januari 2022 | 11:00 WIB
Para pemanah.
Para pemanah.

 

jabaribernews.com -Sejak Krismon tahun 1997, banyak cafe tumbuh di setiap kota. Konsepnya juga beragam.

Memasuki tahun 2022, ketika PPKM mulai dilonggarkan, sejumlah tempat baru pariwisata tumbuh, termasuk cafe di dalamnya, atau pun yang berdiri sendiri. Baik berlokasi di kota hingga ke penjuru bukit.

Salah satun cafe  adalah Warung Lingkung Seni Lingkungan Hidup, yang berlokasi jauh di pebukitan Dago Utara.

Warung ini agak tersembunyi, setelah melewati beberapa perkampungan dan perumahan elit.

Baca Juga: Cangklong atau Padudan, Semula hanya Dipakai untuk Udud, Menjadi Benda Seni

Tempatnya yang mojok dan merupakan jalam buntu itu, tetap diburu, dan dikunjungi banyak komunitas budaya.

“Saya membabat ialalang, lalu membangun beberapa tempat dengan kayu-kayu. Konsepnya memang harus ramah lingkungan, karena saya bergerak juga di pengelolaan lingkungan,” tutur Asep Nugraha, sang pemilik.

Di situ ada pohon saeh, yang biasa digunakan untuk bahan membuat kertas di masa lalu. “Ini sedang saya kembangkan lagi,” ujar Asep Nugraha.

Sebuah rumah, merangkap cafe, ia siapkan untuk bertahan hidup di sana.

Halaman:

Editor: Nanang Supriatna

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Istilah Kripto yang Perlu Diketahui oleh Pemula.

Minggu, 6 Februari 2022 | 13:33 WIB

Minyak Goreng dan Psikologi Sembako Panic Buying

Senin, 24 Januari 2022 | 16:58 WIB

Rumah Sakit Jiwa pun Perlu Buku Bacaan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:00 WIB

Street Food Pentol Aboy

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:00 WIB

Penjual Makanan di Sekolah Ngarenghap Lagi

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:44 WIB

Rujak Cihérang, Mendunia Berkat Do’a Uyut Eumpeuk

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:00 WIB
X