Sekda: Jawa Barat Rawan Bencana, BPBD Jabar Mesti Getapan

- Jumat, 4 Februari 2022 | 11:00 WIB
Sekretaris Daerah  Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan Jawa Barat menjadi wilayah  rawan bencana.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan Jawa Barat menjadi wilayah rawan bencana.

jabaribernews.com -Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan Jawa Barat menjadi wilayah rawan bencana.

Demikian dikemukakan Setiawan saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Sub Urusan Kebencanaan dan Kebakaran bersama BPBD Jabar, di Resinda Hotel Karawang (02/02/2022).

Setiawan mengatakan di Jabar, pada 2021 bencana tanah longsor sebanyak 1.387 kejadian, dan puting beliung 676.

"Ada pula banjir 335 kejadian, kebakaran hutan/ lahan 40 kejadian, gempa bumi 25 kejadian, dan gelombang pasang enam kejadian," ucap Setiawan.

Baca Juga: Bencana Alam dan Kelanggengan Sebuah Negara

Lima daerah kejadian bencana tertinggi: Kabupaten Bogor 699 kejadian, Kabupaten Sukabumi 390 kejadian, Kota Bogor 209 kejadian, Kabupaten Ciamis 166 kejadian, dan Kabupaten Bandung 137 kejadian.

Setiawan mendorong BPBD Jabar agar erat berkoordinasi dengan BPBD kota dan kabupaten, serta perangkat daerah terkait lainnya.

Kewaspadaan terhadap kebencanaan perlu terus ditingkatkan karena bencana bisa terjadi kapan saja.

Setelah diterapkannya penyederhanaan birokrasi di tubuh Pemda Provinsi Jabar, aparatur khususnya fungsional yang bekerja di BPBD harus semakin proaktif.

Baca Juga: Di Kabupaten Sumedang, 2 Hektar Sawah Tertimbun Longsor dan 26 Rumah Terancam Longsor

Setiawan menyebut nilai Indeks Risiko Bencana (IRB) Provinsi Jabar dari tahun 2015 sampai 2020 per tahunnya selalu menurun.

Pada tahun 2015, IRB Jabar di angka 168,15, kemudian pada 2016 di angka 163,18. Selanjutnya tahun 2017 di angka 158,52, pada 2018 di angka 152,13, dan tahun 2019 di angka 150,46.

"Tahun 2020, nilai IRB Jabar di angka 145,81, artinya masih pada risiko tinggi," ujarnya.

Di Jabar terdapat 11 kabupaten, kota dengan Indeks Resiko Tinggi: Kabupaten Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Karawang, dan Bandung.

Kemudian Kota Cirebon, Banjar, Kabupaten Cirebon, Subang, dan Kabupaten Pangandaran.***

Editor: Nanang Supriatna

Sumber: Humas Pemprov Jabar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X